Kritik Anarkis Terhadap Demokrasi

Pendahuluan

Kami memutuskan untuk mengkompilasi kritik terhadap demokrasi, karena kami menyadari adanya ketegangan atau perselisihan antara demokrasi dan kebebasan individual untuk menciptakan cara hidupnya sendiri, yang pastinya berbeda-beda pada setiap individu. Beberapa permasalahan yang kami temukan pada demokrasi juga telah diakui dan diketahui oleh para pembela sistem demokrasi, para pembela demokrasi ini hanya mampu mengembangkan jenis demokrasi (para pemikir dan pembela sistem demokrasi hanya mencoba membentuk konsep demokrasi agar dapat diterima). Secara kontras, analisis kami mengarah untuk meninggalkan konsep demokrasi, karena kami menemukan kekeliruan yang fundamental di dalam ide demokrasi itu sendiri yang tak bisa direkonsiliasi dengan cara diperbaiki atau secara reformasi. Kritik kami merupakan bentuk kritik terhadap segala bentuk demokrasi, entah itu representatif atau pun demokrasi secara langsung. Kami tidak menginginkan demokrasi yang lebih luas, kami menghendaki abolisi demokrasi secara keseluruhan.

Continue reading Kritik Anarkis Terhadap Demokrasi

Logika Insureksi

Ketika kita mendengar kata insureksi kita memikirkan suatu kejadian pergolakan dari masa lalu, atau membayangkan sebuah bentrokan di masa yang akan datang. Insureksi spontan terjadi ketika orang atau sebuah kelompok masyarakat disudutkan melampaui batas kemampuan mereka dan berada pada titik akhir rasa tereksploitasi. Peristiwa-peristiwa tertentu terjadi pada; bentrokan di jalanan, penyerangan terhadap polisi, pengrusakan atau penghancuran simbol-simbol kapitalisme (bank, toko perhiasan mewah, supermarket, dll). Saat momen kekerasan seperti itu membuat kaum anarkis tidak siap, rasa apatis yang kemudian berubah menjadi kemarahan pada hari ini.

Continue reading Logika Insureksi

Menemukan Cinta Revolusioner di dalam Alienasi dunia

Cinta. Sudah berapa banyak puisi ditulis, berapa banyak karya seni diciptakan, berapa banyak tinta ditumpahkan tentang cinta? Hal ini dilakukan karena alasan manusia untuk mencoba memahami rahasia cinta dan keajaiban di balik kata cinta. Pada saat yang sama, arti dan substansi dari cinta itu sendiri masih menjadi misteri. Saat ini, banyak jenis definisi tentang cinta. Kadang terdengar kalimat bahwa cinta dapat menyelamatkan kita semua, kadang mereka juga berkata cinta itu buta. Kadang cinta itu menyakitkan, dan kadang cinta juga menyembuhkan. Tapi cinta seperti apa yang kita bicarakan, dan dalam kondisi seperti apa cinta itu bermakna juga membebaskan?

Continue reading Menemukan Cinta Revolusioner di dalam Alienasi dunia

Merebut Kebebasan dalam Genggaman Tangan

Aktivitas sehari-hari kita tak bisa lepas dengan Smartphone yang pada era teknologi kini telah menjadi sebuah kebutuhan. Aku menggunakan Android sejak tahun 2011-2012, dari situ pula aku mulai tertarik dan memahami Android lebih dalam dengan bergabung di forum-forum internet.

Smartphone, apapun sistem operasinya telah memudahkan kehidupan kita sehari-hari. Hal ini tak perlu diragukan lagi, memang seperti itulah gunanya teknologi, memudahkan manusia. Dibalik kemudahan yang selama ini kita rasakan, terdapat sisi buruk yang aku rasa sangat minim yang peduli terhadap hal ini yaitu, privasi. Secara perlahan kemudahan menggunakan internet dengan Smartphone membunuh privasi kita.

Continue reading Merebut Kebebasan dalam Genggaman Tangan

Titik Temu Antara Feminisme dan Egoisme Stirner

Sangatlah kontradiktif untuk secara bersamaan menyatakan diri sebagai seorang Egoist dan seorang feminis jika seseorang mengartikan Feminisme dalam pengertian hukum, dan bahkan lebih bijak jika seseorang diilhami oleh Max Stirner dalam upaya itu. Individualisme yang disajikan oleh Max Stirner menolak setiap dan semua ‘isme’ kolektif. Saya tidak ingin muncul untuk menyarankan sebaliknya, atau disalahartikan sebagai ‘Stirnerite Feminis’ yang begitu aneh di dalam konstitusi. Namun demikian, apakah seseorang mengacu pada diri sendiri sebagai seorang feminis yang paling utama atau paling egois, masih banyak yang harus dikatakan tentang di mana keduanya bersimpangan.

Continue reading Titik Temu Antara Feminisme dan Egoisme Stirner